Sehat Finansial Itu Bagaimana Mengukurnya?

Tapi apa iya, kesehatan finansial itu selalu diukur dengan banyaknya uang yang kamu hasilkan? Jangan-jangan nih, memang kamu pinter banget cari duitnya, tapi nggak bisa nyimpen duit sama sekali.

– Gerry Sutrisno, CFP –

Hello Finners. Menurut kalian punya keuangan yang sehat itu kayak gimana sih?

Ada yang bilang, selama nggak ada utang berarti keuanganku sehat-sehat saja, atau bisa juga kalau mau beli apapun duitnya selalu ada. Bahkan, bisa jadi duitnya sudah kayak metik daun di pohon, banyak banget nggak bisa dihitung.

Tapi apa iya, kesehatan finansial itu selalu diukur dengan banyaknya uang yang kamu hasilkan? Jangan-jangan nih, memang kamu pinter banget cari duitnya, tapi nggak bisa nyimpen duit sama sekali. Ada duit sedikit langsung dibeliin barang, ada duit sedikit foya-foya bareng teman-teman. Dan endingnya, ketika kamu nggak sedia duit di tabungan kemudian badai menghantam, kolaps deh cari utangan sana-sini.

So, gimana nih sehat finansial yang sebenarnya?

Kamu bisa perhatikan delapan tips berikut biar bisa dianggap bebas finansial.

  1. Punya Dana Darurat
    • Ibarat sedia payung sebelum hujan, dengan menyiapkan dana darurat kalian akan terbebas dari masalah keuangan yang tiba- tiba terjadi. Masalah yang mungkin terjadi semisal di PHK, memperbaiki rumah, kecelakaan kendaraan dan hal-hal yang membutuhkan uang secara tiba-tiba tanpa perencanaan terlebih dahulu. Tapi ingat, belanja yang tiba-tiba bukan termasuk kebutuhan darurat loh.
    • Besarnya dana darurat disesuaikan dengan status kalian masing-masing. Bila kalian belum menikah sebaiknya menyiapkan dana darurat sebesar 3x pengeluaran bulanan dan buat yang sudah menikah bisa menyiapkan dana darurat sebesar 6-12x pengeluaran bulanan.
  2. Rasio Hutangmu Terjaga
    • Siapa sih yang nggak suka berhutang? Apalagi mengubah tagihan kartu kredit menjadi cicilan. Boleh saja koq. Tapi pastikan utangmu dibayar ya. Nah, utang yang sehat adalah utang yang cicilan per bulannya nggak melebihi 30% dari pendapatan bulananmu.
  3. Punya Rumah Pribadi
    • Punya rumah adalah impian setiap orang. Dengan memiliki rumah, walaupun masih nyicil tapi kamu dianggap mampu dan bertanggung jawab.
  4. Punya Tabungan Pendidikan
    • Menyiapkan dana pendidikan anak sejak dini akan meringankan uang yang harus kalian sisihkan tiap bulan untuk dana pendidikan anakmu. Dengan mempertimbangkan faktor inflasi pendidikan, jumlah uang yang dibutuhkan, produk investasi yang tepat dan kemampuan menabung setiap bulannya kalian nggak perlu kerepotan pada saat anakmu akan masuk sekolah atau perguruan tinggi.
    • Bayangkan bila kalian nggak mulai menyiapkan dari sekarang, dan kaget ketika anakmu mau masuk sekolah/ Perguruan tinggi dan angkanya bernilai puluhan bahkan ratusan juta.
  5. Punya Tabungan Dana Pensiun
    • Hampir sama seperti menyiapkan dana pendidikan anak, tetapi ini jangka waktunya lebih panjang lagi yaitu memasuki usia pensiun. Kalian harus sadar hidup kalian tidak hanya untuk hari ini saja tapi juga untuk hidup kalian di masa yang akan datang. Dimana pada saat itu kalian sudah tidak ada kemampuan lagi untuk bekerja.
    • Bila kalian tidak menyiapkan dana pensiun sejak dini, maka jangan kaget kalau kalian akan merepotkan anak-anak kalian. Anak-anak kalian pun akhirnya tidak sempat menyiapkan dana pensiun mereka sendiri karena mereka masih membiayai hidup kalian. Dan lingkaran ini akan terus terjadi turun menurun hingga dinamakan sandwich generation.
  6. Punya Asuransi
    • Hidup kadang penuh ketidakpastian. Risiko bisa saja terjadi. Dengan memiliki asuransi kalian bisa mentransfer risiko tersebut ke pihak lain yaitu perusahaan asuransi. Kalo risikonya kecil, seperti ban kendaraan bocor, mungkin itu hanya membutuhkan biaya yang murah dan bisa kalian bayar sendiri. Namun, bila risiko seperti kematian atau sakit kritis terjadi sehingga kalian tidak dapat bekerja sedangkan masih banyak tujuan keuangan yang perlu dicapai dan semua membutuhkan biaya yang cukup besar, apa jadinya bila kalian tidak memiliki asuransi? Otomatis semua rencana akan hancur berantakan dan anggota keluargamu harus menurunkan lifestyle nya karena kamu sebagai tulang punggung sudah tidak dapat menghasilkan uang lagi.
  7. Hidup Nggak Kemakan Gengsi
    • Gaya hidup mewah sih sah-sah saja. Duit-duit kalian sendiri. Tapi pastikan belanja barang itu tidak melebihi anggaran bulananmu. Jangan sampai gengsi yang kamu gedein, untuk pamer kesana kemari, tapi untuk biaya hidupmu sehari-hari kamu kekurangan bahkan sampai berhutang. Gaya hidup mewah pakai cara berhutang, itu enaknya sekarang, nggak enaknya kemudian.
  8. Punya Portofolio Keuangan
    • Pastikan kamu memiliki beberapa macam aset atau biasa disebut diversifikasi portofolio. Dengan memiliki bermacam-macam aset khususnya aset investasi. Kamu bisa mengurangi risiko atas penurunan nilai uang akibat dari inflasi.

Nah, dari delapan ini kalian sudah punya yang mana nih Finners? Minfin doain ya semoga dari delapan poin di atas, kalian segera memilikinya. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *