Menguasai Konsep Asuransi Sebelum Bertemu Agen

Ada janji temu dengan agen asuransi? Sudah kepikiran mau beli asuransi tapi masih galau? Inilah artikel yang Anda cari!

Sejarah asuransi

Sebelum memahami konsep asuransi secara umum, saya mau membawa Anda ke zaman dahulu kala dimana masyarakat dibagi tiga kelompok :

Struktur Sosial Masyarakat
Sumber : https://www.pngwing.com
  1. Kelompok orang kaya;
  2. Kelompok orang menengah; dan
  3. Kelompok orang miskin.

Mari kita sama-sama membayangkan kita hidup di zaman tersebut. Di zaman tersebut ketika tulang punggung utama keluarga orang kaya meninggal atau sakit, mereka turun kasta menjadi keluarga orang menengah. Ketika tulang punggung utama keluarga orang menengah meninggal atau sakit, mereka turun kasta menjadi keluarga miskin. Ketika tulung punggung utama Keluarga orang miskin meninggal atau sakit, boro-boro turun kasta. Mereka mungkin memilih untuk mati saja.

Pada dasarnya masalah ini tidak terlalu mempengaruhi kelompok orang kaya. Risiko yang akan mereka terima tidak akan membuat mereka langsung menjadi kelompok orang miskin, walaupun tidak menutup kemungkinan. Untuk kelompok orang miskin, masalah ini menjadi momok yang tidak bisa mereka hindari. Makanya muncul sebuah istilah, “Orang miskin ga boleh sakit.”

Bagi kelompok orang menengah ini adalah sebuah masalah besar. Alasannya sederhana, mereka tidak mau jatuh miskin. Masalah tersebut membuat kelompok orang menengah berkumpul dan berpikir, bagaimana caranya agar ketika tulang punggung keluarga mereka meninggal atau sakit keluarganya tidak jatuh miskin. Akhirnya dari rapat kelompok orang-orang menengah ini tercetuslah ide. Bagaimana kalau mereka mengumpulkan uang bersama-sama di satu tempat, apabila ada satu dari antara mereka yang tulang punggung keluarganya meninggal atau sakit maka keluarganya berhak atas sebagian dari dana kumpulan tersebut. Dari sana terciptalah yang namanya ASURANSI.

Asuransi = Makhluk Simple yang Dibikin Ribet

Sebetulnya konsep asuransi itu simple, seperti arisan ibu-ibu setiap bulan. Ibu-ibu arisan menyetorkan sejumlah uang di satu rekening bersama, setiap bulan akan diadakan kumpul-kumpul sambil “kocok arisan” dan didapatkan pemenang uang arisan bulan itu. Dalam arisan ibu-ibu H2C (Harap-Harap Cemas) ingin menang arisan, sedangkan dalam asuransi tidak ada peserta yang mau “menang arisan”. Loh kenapa? Karena kalau dalam asuransi “menang arisan” berarti kita terkena risiko. Tapi enaknya ketika kita “menang arisan” dalam asuransi, berarti risiko kita ditanggung bersama anggota asuransi lain. Simple kan?

Umumnya ada tiga jenis asuransi (Kita hanya bahas asuransi yang berkaitan dengan nyawa dan kesehatan manusia, bukan asuransi umum dan asuransi kerugian), yaitu:

1. Asuransi Kesehatan;

2. Asuransi Penyakit Kritis; dan

3. Asuransi Jiwa.

Mari kita bahas satu per satu.

1. Asuransi Kesehatan

Asuransi kesehatan adalah asuransi yang menanggung kerugian material apabila peserta asuransi dirawat di rumah sakit. Umumnya ada dua jenis asuransi kesehatan, yaitu asuransi kesehatan yang berupa santunan dan asuransi kesehatan sesuai tagihan.

Asuransi kesehatan yang berupa santunan biasanya memberikan uang santunan kepada peserta sesuai berapa lama peserta dirawat inap di rumah sakit dan santunan jika menjalani operasi. Misalnya peserta dirawat di rumah sakit selama lima hari dan menjalani operasi usus buntu. Berarti peserta itu akan mendapatkan uang cash dengan perhitungan sebagai berikut:

Besar santunan = (5 hari X (besar santunan harian)) + (besar santunan operasi usus buntu)

Sejumlah uang tersebut akan ditransfer ke rekening peserta. Biasanya kalau hanya punya asuransi kesehatan jenis ini santunan tidak cukup untuk menutupi semua kerugian material saat dirawat di rumah sakit tersebut. Oleh sebab itu asuransi kesehatan jenis ini lebih cocok jika sudah punya asuransi dari tempat bekerja atau asuransi kesehatan sesuai tagihan pribadi.

Ilustrasi Asuransi Kesehatan. Sumber : www.pngwing.com

Di tahun 2020 ini perusahaan asuransi swasta berlomba-lomba mengeluarkan produk asuransi kesehatan yang sesuai tagihan.

Asuransi kesehatan sesuai tagihan ini simple banget. Pokoknya jika kita harus dirawat di rumah sakit dan kita pakai kamar yang sesuai dengan hak kita, maka semua tagihan rumah sakit akan ditanggung asuransi.

Setiap perusahaan punya manfaat yang berbeda-beda, sebagai calon nasabah kita harus cermat. Mereka terlihat serupa, namun jika dipelajari lebih dalam kita akan menemukan perbedaan-perbedaannya. Kita harus bisa mengecek seperti mau beli mobil bekas. Misalnya kita mau beli mobil Mercedez-Benz bekas tipe Z. Banyak orang yang jual, tapi kadang kita cuma lihat luarnya saja. Sedangkan siapa yang tahu komponen-komponen mesin mobil tersebut, barangkali sudah diganti dengan komponen Mobil Avanza?

Dari kedua jenis asuransi tersebut menurut penulis, keduanya baik. Jika budget memungkinkan, silakan miliki keduanya. Karena ketika terpaksa dirawat di rumah sakit, maka akan dibayarkan sesuai tagihan dan akan mendapatkan uang santunan. Uang santunan tersebut bisa kita anggap pengganti gaji atau untuk tambahan membeli vitamin dan lain sebagainya.

Jika hanya bisa memilih satu, sebaiknya pilihlah asuransi kesehatan yang sesuai tagihan saja. Karena kalau dibalik (punya yang santunan tapi tidak punya yang sesuai tagihan) maka kemungkinan besar santunan yang diberikan tidak cukup untuk menutupi kerugian material kita.

2. Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi penyakit kritis adalah asuransi yang menanggung kerugian material peserta jika peserta didiagnosa 1 dari sekian banyak penyakit kritis. Umumnya yang beredar di pasaran adalah asuransi penyakit kritis yang bersifat lump-sum. Artinya ketika peserta dinyatakan terkena penyakit kritis, maka perusahaan asuransi akan memberikan santunan berupa uang cash sekali bayar. Misalnya peserta memiliki santunan penyakit kritis sebesar 1 Miliar, maka perusahaan asuransi berkewajiban memberikan santunan berupa uang cash sebesar 1 Miliar yang ditransfer langsung ke rekening peserta.

Gunung es, biaya ketika terkena penyakit kritis. Sumber : www.google.com Edited by Alpha Rhesa.

Banyak orang beranggapan bahwa asuransi penyakit kritis ini digunakan untuk pengobatan di rumah sakit. Padahal fungsi utama dari pertanggungan penyakit kritis ini justru untuk menunjang biaya yang diperlukan di luar penyakitnya. Seperti gunung es yang terlihat puncaknya saja, sebenarnya uang pertanggunan ini fungsinya untuk hal-hal lain di luar perawatan di rumah sakit. Misalnya biaya hidup istri dan anak, biaya sekolah anak, biaya tiket pesawat berobat ke luar negri, biaya sewa apartemen untuk tinggal saat menemani berobat ke luar negeri, biaya pengobatan tradisional, dan masih banyak lagi.

Saya beri satu contoh konkret lagi, ketika seseorang menderita stroke (termasuk salah satu penyakit kritis) mungkin akan dirawat di rumah sakit hanya sementara waktu saja. Sedangkan biaya yang keluar itu di luar biaya rumah sakit. Pengeluarannya berupa beli obat-obatan, beli kursi roda, renovasi rumah supaya memudahkan pergerakan penderita stroke, biaya suster pendamping dan masih banyak lagi. Kalau peserta tersebut hanya punya asuransi kesehatan rumah sakit saja, maka semuanya yang barusan saya sebutkan tidak bisa dicover.

3. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa adalah asuransi yang memberikan santunan kepada keluarga yang ditinggalkan apabila peserta asuransi jiwa meninggal dunia. Santunan yang diberikan mirip seperti santunan asuransi penyakit kritis yaitu lump-sum. Fungsi asuransi jiwa adalah menopang kehidupan orang-orang yang ditinggalkan.

Asuransi Jiwa memproteksi income nasabah. Sumber : www.pngwing.com

Mari kita membayangkan sepasang suami-istri dengan dua orang anak dimana sang suami adalah seorang dokter sedangkan sang istri berjualan online dan anak-anaknya masih usia di bawah 10 tahun. Jika tiba-tiba saja sang suami dipanggil Yang Maha Kuasa, tidak mungkin sang istri menggantikan posisi sang suami menjadi dokter. Secara keuangan, sudah pasti keluarga tersebut terganggu karena sudah terbiasa hidup bergantung dari income sang suami walaupun ada peran juga dari sang istri.

Disinilah peran asuransi jiwa. Jika sang suami punya asuransi jiwa dan jumlahnya sesuai kebutuhan, maka sang istri dan kedua anaknya tidak perlu mengalami guncangan ekonomi keluarga. Perusahaan asuransi akan memberikan santunan berupa uang tunai yang bisa saja disimpan di instrumen investasi yang memberikan pendapatan tetap. Dana tersebut menjadi sebuah dana abadi. Artinya keluarga yg ditinggalkan hidup dari ‘income’ atau imbal hasil dari dana tersebut. Oleh sebab itu asuransi jiwa dan asuransi kritis kerap disebut income protection atau proteksi pendapatan.

Kesimpulan

Asuransi kesehatan diperlukan untuk semua orang, terutama seluruh anggota keluarga Anda. Bayangkan Anda dan istri Anda punya asuransi kesehatan tapi anak Anda tidak. Ketika anak Anda sakit, tetap saja keluar biaya. Begitu pula sebaliknya, anak Anda punya asuransi kesehatan tapi orang tuanya tidak. Ketika Anda sakit maka tetap saja harus menanggung biayanya sendiri. Termasuk orang tua dan mertua Anda. Jika mereka sakit dan harus dirawat di rumah sakit, siapa yang akan keluar biaya kalau mereka tidak punya asuransi kesehatan?

Asuransi penyakit kritis juga diperlukan untuk semua orang, namun secara prioritas penuhi dulu kebutuhan asuransi kesehatan. Pilih asuransi kesehatan yang setidaknya sudah melindungi perawat kanker dan cuci darah jika budget Anda terbatas.

Ketika asuransi kesehatan dan kritis diperlukan semua orang, lain halnya dengan asuransi jiwa. Asuransi jiwa hanya diperlukan bagi orang-orang yang memiliki tanggungan, hutang jangka panjang atau memiliki aset yang butuh biaya untuk diwariskan seperti properti. Jika Anda masih single dan tidak menanggung kehidupan orang tua, maka Anda tidak butuh asuransi jiwa. Sama halnya dengan anak kecil. Anak kecil tidak perlu memiliki asuransi jiwa kecuali anak tersebut sudah bisa menghasilkan pendapatan seperti menjadi aset komersial.

Frequently Asked Question (FAQ):

Kapan waktu yang tepat memiliki asuransi?

Jika Anda belum memiliki asuransi, waktu yang paling tepat adalah hari ini. Karena kita tidak pernah tahu apa yang terjadi besok, minggu depan, bulan depan, dan seterusnya. Lagi pula ada masa tunggu untuk klaim. Intinya semakin cepat semakin baik.

Berapa besar asuransi yang harus kita punya?

Setiap orang memiliki kebutuhan asuransi yang berbeda tergantung gaya hidup, penghasilan, pengeluaran, dan lainnya. Silahkan berbicara lebih lanjut dengan agen, pastikan Anda dan terutama agen Anda tahu persis alasan kenapa angka yang dibutuhkan harus sebesar itu.

Berapa budgeting yang tepat untuk asuransi?

Minimal 10% dari pemasukan tetap baik untuk single maupun pasangan suami-istri.

Asuransi pendidikan yang benar adalah apabila orang tua meninggal, anak masih tetap sekolah. BUKAN tempat mengumpulkan dana pendidikan. Sumber : www.pngwing.com

Pilih asuransi tradisional atau unit-link?

Tergantung profil risiko Anda. Jika profil risiko Anda konvervatif-moderat pilihlah asuransi unit-link, jika profil risiko Anda agresif pilihlah asuransi tradisional.

Bagaimana dengan asuransi pendidikan?

Konsep yang benar mengenai “asuransi pendidikan” adalah sang anak tetap bisa sekolah apabila orang tuanya terkena penyakit kritis atau meninggal. Jadi sebenarnya “asuransi pendidikan” yang benar adalah asuransi penyakit kritis/asuransi jiwa yang uang pertanggungannya dipakai untuk pendidikan anak. Untuk biaya pendidikan anak seperti uang pangkal, SPP, dan biaya lainnya sebaiknya dikumpulkan di instrumen investasi yang tepat. Kembali lagi, agen yang benar seharusnya bisa menjelaskan bagaimana mengumpulkan dana pendidikan anak BUKAN dengan menabung di asuransi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *