Mengenal Cash Flow Dalam Perencanaan Keuangan Pribadi

Hai Finners.. Bagi kamu yang udah kerja dan udah mulai pegang uang, apa kamu merasa hal yang sama dengan kebanyakan orang? Merasa apa sih? Merasa gaji yang datang ini ngga sopan, tiba-tiba pergi tanpa pamit dan tidak tahu kemana...

Heiii, penghasilan sebesar apa pun nggak akan ada artinya kalau kamu nggak tahu cara efektif mengatur Cash Flow keuangan pribadi kamu. Gaji rata-rata kebanyakan orang adalah 15 koma; gede bangetttt? Maksudnya tanggal 15 nya udah koma 🙁

Kamu mau punya gaji berapa pun juga, nggak akan cukup kalau kamu salah dalam pengelolaan uang. So, mumpung kamu nemuin artikel ini – dan pastinya kamu pengen punya keuangan yang lebih sehat sebagai bentuk dirimu yang baru; yukk.. mulai belajar mengenal tentang Cash Flow untuk perencanaan keuangan pribadi kamu.

This image has an empty alt attribute; its file name is financial-allocation-management-vector-material-personal-finance-personal-finance-png-650_555.jpg
Sumber : PNGio.com

Pengertian Cash Flow atau Arus Kas

Secara sederhana, Cash Flow atau Arus Kas adalah sebuah gambaran aliran uang masuk (cash in flow) dan uang keluar (cash out flow). Aliran uang masuk dan keluar ini bisa diterapkan serta dibenahi atau di evaluasi, baik dalam keuangan pribadi, rumah tangga maupun perusahaan.

Konteks Cash Flow pada keuangan pribadi dan keluarga memiliki persamaan, yaitu dengan penekanannya pada aliran penghasilan dan pengeluaran:

  • Cash Flow positif adalah penghasilan kamu lebih besar dari pada pengeluaran
  • Cash Flow yang negatif berarti: penghasilan Anda lebih kecil dari pada pengeluaran

Permasalahan yang sering dijumpai dalam Cash Flow keuangan pribadi yakni ada 3 fase. Yaitu permasalahan dalam penerimaan pendapatan; lalu permasalahan dalam pengelolaan keuangan; dan yang terakhir pengelolaan pengeluaran pribadi.

Nah... berbicara tentang Cash Flow itu sendiri, biasa lebih ditekankan pada pengelolaan keuangan setelah kita mendapatkan penghasilan, so pembahasannya akan lebih berfokus pada aliran uang setelah ada dalam genggaman kita, dan pembuatan perencanaan pos-pos pengeluaran.

Biasanya Cash Flow pribadi pada umumnya adalah sebagai berikut :

This image has an empty alt attribute; its file name is Cashflow.png
Skema Cash Flow Orang Awam

Setelah kamu melihat skema Cash Flow pribadi diatas, apa yang kamu pikirkan? Pendapatan yang kita dapatkan, biasanya akan dipotong dulu untuk membayar pajak dan setelahnya membayar keperluan utang, baru kemudian akan digunakan untuk memenuhi pengeluaran rutin bulanan seperti bayar listrik, makan sehari-hari, dll. Kalau masih ada sisa baru menabung dan investasi, serta yang paling terakhir adalah untuk sosial / bersedekah / perpuluhan.

Finners, penulis membagi 3 jenis hak dalam pos pengeluaran, yaitu:

Hak Tuhan - Hak Masa Kini - Hak Masa Depan

Nah perlu diketahui, jika skema Cash Flow Orang Awam ini digunakan untuk acuan mengatur keuangan pribadi kamu, atau memang kamu menggunakan skema yang sama selama ini maka ngga heran kalo kamu dikatakan "akan kerja sampai tua". Mengapa? Karena kamu menyisakan, bukan menyisihkan untuk keperluan / Hak Masa Depan kamu. Hak Masa Depan adalah menabung dan investasi.

Juga penulis merasa sangat krusial untuk keperluan sosial / Hak Tuhan, dimana ada pepatah mengatakan, "Ada hak orang lain dalam setiap pendapatan yang kamu terima". Dan karena pepatahnya tidak mengatakan ada hak orang lain dalam setiap pengeluaranmu; maka penulis pribadi biasanya membuat pos khusus untuk Hak Tuhan berupa pengurangan pendapatan, bukan sebuah pengeluaran tambahan.

Untuk membantu Finners mengatur cashflow dengan benar, maka penulis membuat skema acuan Cash Flow sebagai berikut :

This image has an empty alt attribute; its file name is Cashflow-Benar-2.png
Skema Cashflow yang Benar

Jika Finners memperhatikan skema Cash Flow diatas, maka dapat melihat bahwa pendapatan akan langsung digunakan untuk keperluan sosial, setelah dipotong pajak. Karena sosial (beramal) adalah wujud syukur atas rejeki yang kamu dapatkan.

Dan berikutnya adalah untuk keperluan / Hak Masa Depan yaitu menabung dan investasi serta juga membayar premi asuransi sebagai proteksi pendapatan kamu. Baru setelahnya digunakan untuk membayar cicilan utang dan pengeluaran rutin bulanan.

Dengan mengikuti skema yang benar ini, penulis sangat yakin cepat atau lambat maka kamu akan keluar dari jebakan rat race. Apakah itu?

Jebakan keuangan yang biasanya menjerat orang awam dan membuat kita seperti berlari di tempat, yaitu perputaran uang pribadi dimulai dari :

menerima gaji - bayar cicilan utang - menghabiskannya untuk keperluan rutin - akhir bulan buat utang baru karena gaji kurang - kemudian kerja lagi - dst

This image has an empty alt attribute; its file name is rat-race-1.jpg
Sumber : www.vectorstock.com

Kunci untuk memutus rantai jebakan rat race ini adalah dengan menyisihkan dulu untuk hak masa depan kamu (menabung dan investasi), kemudian disiplin serta konsisten menjalankannya. Lunasi utang kamu sedikit demi sedikit hingga menjadi 0 maka pengelolaan keuangan kamu akan lebih mudah.

Sebagai perencana keuangan, penulis meyakini bahwa mengurus keuangan adalah hal yang penting dalam hidup kamu. Segeralah mulai mengatur keuangan kamu, agar bukan kamu yang diatur oleh uang

Jika kamu ingin belajar lebih banyak mengenai Cash Flow dan mindset keuangan dengan baik maka kamu bisa follow Instagram @fingram.id, serta Instagram penulis @hengkyguna.

Yuk share artikel ini kepada rekan terdekat Anda supaya mereka mengetahui juga informasi tentang Cash Flow atau arus kas. Terima kasih!

[/pl_text]
[/pl_col]
[/pl_row]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *