Mau Belanja? Cek Hal ini Terlebih Dahulu Sebelum Cicilanmu Mencekik!

Dengan berkembang pesatnya teknologi dan maraknya E-Commerce, kini belanja barang hanya one-click away. Bahkan ketika kita tidak memiliki niat untuk belanja, sering kali kita dibombardir oleh iklan-iklan yang memancing kita untuk membeli barang-barang yang dipasang pada situs E-Commerce.

Para pelaku E-Commerce dan perusahaan-perusahaan Fintech juga menyediakan banyak fitur untuk memudahkan pengalaman belanja dengan teknologi seperti Paylater dan fasilitas P2P Lending. Jika kebiasaan belanja tidak dijaga dengan baik, bukan tidak mungkin bagi kita untuk terlilit tagihan cicilan yang semakin menggunung.

Oleh karena itu, perhatikan hal-hal ini terlebih dahulu sebelum kamu menambah cicilan kamu:

1. Fungsi

Kita perlu memperhatikan fungsi dan kegunaan dari barang yang akan kita beli. Ajukan beberapa pertanyaan ini untuk mengetes apakah kita benar-benar membutuhkan barang ini:

“Apakah barang yang akan kita beli mempermudah kita dalam melakukan suatu hal tertentu?”

“Apakah barang tersebut akan kita pakai secara rutin atau hanya sesekali?”

Tujuan dari pertanyaan di atas adalah agar kita dapat menghindari pembelian impulsif dan jangan sampai barang itu hanya kita letakkan di gudang setelah pembelian.

2. Alternatif

Jika kita sudah memutuskan kalau memang benar-benar membutuhkan barang tersebut, ajukan beberapa pertanyaan tambahan seperti,

“Apakah saya bisa membeli barang bekas dengan harga yang lebih murah dengan kualitas yang masih baik?”

“Apakah ada alternatif barang lain dengan harga yang lebih murah?”

“Apakah saya bisa meminjam/menyewa barang tersebut?”

Pertanyaan ini akan membantu kita dalam melakukan filter sebelum pembelian.

3. Urgensi

Ketika dihadapkan dengan keinginan untuk membeli barang, banyak dari kita yang sering kali menjadi kreatif dalam menciptakan banyak alasan yang menjustifikasi alasan dan kegunaan dari barang tersebut.

Kita bisa mengajukan pertanyaan, “apakah kita benar-benar membutuhkan barang ini sekarang?”

Dengan mengajukan pertanyaan ini, kita bisa menilai apakah barang ini penting untuk dibeli saat ini. Kamu juga bisa memasukkan barang tersebut ke wishlist belanja kamu dan melihat kembali setelah 2 minggu – 1 bulan.

Jangan kaget kalau kamu merasa bingung mengapa kamu pernah memasukkan barang itu ke dalam wishlist kamu.

4. Kemampuan Membeli

Ada pepatah yang mengatakan, “kamu tidak mampu membelinya jika kamu tidak bisa membeli barang itu 2 kali.”

Jika kamu harus menghabiskan seluruh tabungan kamu, atau kamu harus menyicil untuk membeli barang tersebut, kemungkinan besar kamu tidak mampu untuk membeli barang tersebut.

5. Rasio Cicilan

Secara teori, orang yang memiliki keuangan yang sehat memiliki rasio cicilan dibawah 30% (maksimum 15% diluar cicilan untuk rumah).

Rasio cicilan bisa kamu hitung dengan cara membagi pengeluaran cicilan per bulan dengan total pendapatan  per bulan.

Apakah dengan mengambil cicilan yang baru, kamu sudah melewati batas sehat?

Be mindful of your spending, Finners!

Belanja bukanlah sesuatu yang buruk, asalkan sesuai dengan kebutuhan dan keperluan. Jangan sampai kita belanja hanya untuk menikmati gaya hidup yang tidak sesuai dengan kemampuan kita. Jangan sampai kita mengorbankan masa depan kita dengan gaya hidup konsumerisme yang tinggi!

written by,
Kevin Ferdinand / @kevin.ferdinandh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *