Jangan Baper! Pahami Tahapan Keuangan Kamu Sampai Mana

Hai Finners, pernahkah kamu merasa iri melihat orang lain yang kira-kira umurnya mirip dengan kamu namun sudah sukses, sudah bisa memiliki dua mobil sendiri-sendiri untuk suami dan istri, ataupun sudah bisa mencicil rumah dengan pasangannya di kawasan yang lumayan elite? Jangan baper atau terbawa perasaan.

Ngga perlu minder juga ataupun berkecil hati, merasa diri sendiri gagal dalam mencari uang ataupun mengelola keuangan. Tapi walaupun begitu, banyak lho teman-teman lainnya yang merasa demikian. Maksudnya gimana?

Banyak orang yang berumur 25 – 35 tahun-an yang mungkin sedang mengalami Quarter Life Crisis merasa brain stuck dalam dunia kerja; merasa tidak berguna atau cuma gini-gini aja dibandingkan teman A, keluarga B sampai teman Z…

Atau baper mungkin melihat kesuksesan orang lain dan merasa gagal.

Eitss jangan berkecil hati dulu Finners; Dalam dunia keuangan, kamu harus tahu setiap orang memiliki fase pencapaiannya sendiri-sendiri. Penulis sendiri menyebutnya sebagai Tahapan Keuangan. Maka jika kamu sedang mencapai tahapan keuangan tertentu, maka jangan membandingkan pencapaian keuangan kamu dengan orang lain yang sedang menjalani fase / tahapan lainnya. Pun demikian sebenarnya jangan membandingkan keadaan ekonomi kamu sama sekali dengan siapapun.

Perlu diingat, keuangan pribadi atau biasa disebut personal finance adalah hal yang sangat kompleks dan terperinci. Maksudnya satu orang dengan satu orang lainnya akan sangat berbeda kondisi keuangannya. Sangat tidak mungkin seorang financial advisor memberikan nasihat yang sama kepada 10 orang yang berkunjung untuk konsultasi dengannya. Karena keadaan keuangan satu “pasien” dengan lainnya juga berbeda, masalahnya juga berbeda-beda.

Maka, itulah mengapa judul blog ini ada kalimat “Jangan Baper!”

Nah supaya kamu ngga tambah baper, yuk belajar mengenai tahapan keuangan dan cek kamu sampai tahapan yang mana serta apa yang perlu dipersiapkan atau diperhatikan.

1. Struggling

Di fase Struggling ini, bisa dikatakan kamu masih fresh graduate atau baru lulus kuliah ataupun awal menapaki karir / bekerja. Pastinya kamu baru mulai meraba-raba pekerjaan yang cocok denganmu. Pastinya akan muncul pertanyaan pilih passion atau mau pilih pekerjaan yang memberikan gaji besar… Saat fase awal dimana kamu mulai mengenal dunia bisnis atau corporate, mulai melihat dunia kerja mencari nafkah itu seperti apa…

Dari sisi keuangan pasti belum mapan, gaji masih pada level staff atau awal karir. Jadi jangan melihat teman kamu atau saudara kamu yang mendapatkan privilege sudah punya mobil atau bebas pergi keluar negeri karena orang tuanya kaya. Nooo… please don’t be…

Karena kamu masih di fase struggling, catat secara rinci pengeluaran kamu, jangan menghambur-hamburkan uang untuk keperluan yang tidak perlu, perjalanan masih panjang. Buat pencatatan keuangan dan bagi ke pos-pos kebutuhan masa kini dan dana darurat. Kurangi jajan, perbanyak ikut seminar / webinar untuk belajar tentang literasi keuangan. Penuhi dana darurat hingga 6 – 12x pengeluaran bulanan esensial. Jika memungkinkan, ambil asuransi kesehatan sesuai tagihan, dan cashless, jika belum mampu pakai BPJS yang dikombinasikan dengan asuransi penyakit kritis juga baik. Tujuan utamanya yaitu proteksi income kamu.

Yang utama di fase ini adalah sebisa mungkin kamu jangan memiliki utang konsumtif.

2. Surviving

Masuk ke fase kedua ini, kemungkinan kamu sudah di awal usia pernikahan. Masa dimana adaptasi awal dan pengelolaan keuangan berdua, ngga lagi sendiri. Biasanya di fase ini kamu akan sibuk dengan membayar cicilan mobil, rumah (kalau sudah ambil KPR), ataupun sedang mendiskusikan kepada istri akan tetap bekerja atau mengurus anak jika nantinya positif hamil.

Atau yang sudah awal menikah masih cari-cari kerjaan yang cocok dan masih pindah-pindah juga ada lho.. berarti masih di tahap pertama yaitu “Struggling”. Tidak masalah, kembali lagi masalah seseorang kan sendiri-sendiri. Yang penting jalani semua dengan ikhlas.

Maka fase kedua ini dinamakan “Surviving”, yaitu bertahan. Jika masuk ke fase ini.. kamu sudah memiliki pekerjaan yang tetap walaupun belum mapan.. namun sudah bisa dikatakan akan sangat jarang pindah kerja lagi kecuali terjadi sesuatu hal besar, contohnya kantor collapse atau PHK sebagian. Maka gaji atau income kamu sudah stabil di angka tertentu. Pun begitu jika berbicara kamu bukan seorang karyawan, namun memiliki bisnis sendiri, maka dikatakan kamu masuk ke fase kedua ini jika income bisnis kamu setidaknya sudah lumayan stabil dan bisa meng-gaji kamu sebagai pemilik usaha tersebut.

Maka kunci melewati fase Surviving ini dengan baik adalah, selalu optimis. Dengan begitu banyak tanggungan, cicilan ataupun utang yang sedang kamu jalani dan mewajibkanmu untuk tetap berjalan.. maka optimis adalah kata yang paling cocok untuk jurus utama dalam fase ini. Setelahnya kamu harus memprioritaskan kebutuhan daripada keinginan; ingat, masih banyak yang harus dibayar.. Upgrade asuransi kesehatan kamu menjadi cashless dan sesuai tagihan, mulai mencicil / mengumpulkan dana pendidikan anak dan dana pensiun.

3. Maintaining

Ini adalah fase ketiga dimana karir kamu sudah mulai menanjak; income dan gaji yang kamu dapatkan sudah benar-benar stabil dan dapat diperhitungkan. Masalah keluarga seperti istri kerja atau tidak, sudah settle terlewati. Pada masa ini, cicilan kamu yang sebelumnya mungkin 35% dari gaji atau income keseluruhan, akan mengecil persentase nya karena dampak kenaikan income kamu.

Pada fase ini perlu diperhatikan manajemen utang. Yang bisa dilunasi dengan uang lebih yang kamu punya ya merupakan suatu pilihan; sehingga bisa meraih tujuan finansial kamu lebih cepat. Untuk dana masa depan, kamu perlu mempersiapkan dengan rinci dana pendidikan anak untuk kuliah, dan juga membenahi investasi untuk dana pensiun kamu kelak.

4. Building

Fase keempat bisa dikatakan fase bertumbuh. Jika keuangan kamu sudah mantap, pekerjaan sudah mapan dan hasil investasi yang kamu tanam bertahun-tahun yang lalu pada tiga fase sebelumnya, bisa dikatakan kamu sudah memasuki fase “Building”. Banyak uang lebih dari income yang bisa kamu dapatkan, pun begitu jangan tergiur untuk menghabiskannya setiap kali dapat uang contohnya pengen jalan-jalan keluar negeri atau beli iPhone 12 Max Pro.

Sebenarnya jalan-jalan keluar negeri bukan tidak boleh, namun dana nya juga harus dipersiapkan dan dihitung terlebih dahulu dengan teliti; bukan dengan yang “katanya” uang sisa. Begitu juga dengan iPhone 12 Max Pro, apakah benar-benar perlu dan berguna nantinya.. apakah hp yang lama sudah harus ganti juga atau masih bisa dipakai? Semuanya perlu dipikirkan ulang. Ingat, keuangan kamu baru saja bertumbuh, mari kokohkan lagi.

Pada fase ini cek ulang asuransi kesehatan kamu apa perlu di upgrade, tambah asuransi penyakit kritis bila perlu, tambah asuransi jiwa untuk mempersiapkan waris kepada anak-anak kelak. Ingat sudah tidak muda lagi dan wajib jaga kesehatan. Sempurnakan lagi dana pensiun kamu, juga boleh mengatur dana untuk refreshing jalan-jalan keluar negeri setiap tahun.

5. Thriving

Selamat ya jika kamu sudah berada pada fase terakhir ini. Fase dimana bisa dikatakan kamu sudah panen. Kamu bekerja hanya untuk mengisi waktu. Uang dari hasil investasi kamu sudah jauh lebih besar daripada kebutuhan bulanan kamu. Walaupun biasanya orang yang mencapai tahap ini sudah tidak muda lagi, namun bisa mencapai fase ini adalah hal yang menakjubkan. Maka kamu jaga kesehatan, banyak kumpul dengan teman atau koneksi bisnis untuk sekedar menjalankan hobi bersama.

Pada fase ini, kamu wajib banyak memikirkan orang lain, perbesar hati welas asih kamu, banyak-banyaklah berbuat sosial dengan cashflow yang kamu dapatkan. Juga atur semua aset kamu untuk keperluan waris kepada anak cucu; oya mengatur bukan berarti langsung dibalik nama untuk mereka yaa..

Nah Finners, kelima tahapan keuangan tersebut pasti salah satunya sedang kamu alami sekarang ; tidak perlu minder ataupun berkecil hati saat kamu baru menjalani tahapan pertama, ataupun menjadi jumawa jika sudah atau sedang menjalani tahapan keempat. Ingat, bahwa roda kehidupan itu terus berputar, bisa membawa kamu seketika diatas, namun juga bisa membawa kamu jatuh dan harus mengulang di tahapan pertama. Tetap bersyukur atas apa yang kamu capai dan melihat keatas untuk selalu memotivasi diri menjadi lebih baik.

Jika kamu ingin belajar lebih banyak mengenai keuangan pribadi dan investasi dengan lebih baik, maka kamu bisa follow Instagram @fingram.id, serta Instagram penulis @hengkyguna.

Yuk share artikel ini kepada rekan terdekat Anda supaya mereka mengetahui juga informasi tentang Tahapan Keuangan. Terima kasih!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *