3 CARA MENJADI MAGNET UANG!

Wow, gimana caranya jadi magnet uang?

Lho, selama ini kan memang kamu udah jadi magnet uang? Tapi kutubnya sama, jadi tolak menolak :p
Becanda ya 🙂

Tapi ngga becanda-becanda amat sih. Ada alasannya kenapa selama ini kamu susah banget buat jadi kaya. Salah satunya ya itu, Secara sengaja ngga sengaja jadi orang yang “menolak” uang.

Lho kok bisa? Saya kan butuh uang? Mau banget sama uang. Kerja susah payah, jualan ini itu kan buat cari uang.

Yap, itu betul. Tapi tetep aja kalau pola pikir kamu terhadap uang masih sama, ya ngga akan kaya juga.

Jadi gimana caranya?

Langsung aja ya:

1. Kamu perlu Money Mindset yang benar

Apa pula Money Mindset?

Itu adalah pola pikir terhadap uang. Sekarang gini, kamu menganggap uang sebagai apa? Segalanya? atau malah kamu ga suka uang? Kayanya sih lebih ke ga suka ya, buktinya tiap dapet uang, eh dikasih aja ke orang lain (baca: beli barang, bayar tagihan, bayar cicilan). Entah ga suka atau memang baik hati 🙂

Kalau kamu menganggap uang bukanlah segalanya, memang benar. Kalau kamu anggap uang adalah segalanya, juga benar. Kalau kamu anggap kamu ga perlu punya uang banyak, kamu benar. Kalau kamu anggap kamu perlu uang banyak, juga benar. Lho kok semuanya benar? Yes, itulah mindset. Apapun adalah benar, di pikiran kamu. Ketika kamu menganggap menghasilkan atau mempertahankan uang bukanlah sesuatu yang urgent, maka kamu akan cenderung santai dan menghabiskan uangmu begitu aja. Tidak perlu ada persiapan akan masa depan, karena kamu tidak percaya bahwa itu adalah hal penting. Kamu tidak merasa perlu mencari pendapatan tambahan atau sumber pendapatan baru karena kamu yakin kamu tidak sanggup atau memang malas saja. Apapun yang kamu pikirkan, itu benar. Sayangnya, konsekuensinya terlalu besar bila kamu terus menerus berpikir seperti itu.

Ubah pola pikir kamu sehingga apapun yang kamu lakukan, haruslah menghasilkan (walaupun tidak instan). Kamu harus percaya bahwa ketika kamu mengerjakan sesuatu, hal tersebut akan menghasilkan uang yang nantinya bisa kamu gunakan untuk kepentingan diri sendiri atau untuk menolong orang lain. Tapi ingat, hasil tersebut tidak selalu datang secara langsung dan dari orang yang berhubungan langsung. Bisa saja dari suatu tempat antah berantah. Yang penting kamu melakukannya dengan sepenuh hati dan niat.

2. Kamu perlu menetapkan tujuan dan target

Tujuan di sini dimaksudkan sebagai pencapaian jangka panjang, sedangkan target merupakan pecahan tujuan menjadi tujuan-tujuan kecil yang terukur.

Misalnya: Kamu ingin memiliki rumah dalam waktu 10 tahun. Itu adalah tujuan kamu. Targetnya adalah mengumpulkan DP rumah dalam 3 tahun dan mencicil sisanya. Atau bisa juga mengumpulkan 70% dari dana pembelian rumah, lalu sisanya diinvestasikan.

Tanpa tujuan dan target, segala yang kamu lakukan hanyalah mengisi waktu luang. Tidak jelas perencanaannya. Pada akhirnya, walaupun kamu bisa menabung banyak misalnya, akan habis juga karena kamu tidak “mengunci” uang yang kamu kumpulkan untuk suatu tujuan. Percayalah, penulis pernah mengalami hal ini saat kuliah: rajin menabung, investasi saham, tapi tidak punya tujuan keuangan. Akhirnya begitu ada keperluan atau keinginan, sengaja cutloss saham hanya untuk memenuhi keperluan atau keinginan itu dengan segera. Padahal kalau punya tujuan bisa dibuat strateginya.

Dengan adanya tujuan dan target, otomatis kamu akan memenuhinya dan mencari kekurangan apabila diperlukan.

3. Kamu perlu memberi nilai pada orang lain

Setiap orang pasti punya masalah. Dengan memecahkan masalah mereka, maka kamu sudah memberi nilai pada orang tersebut. Misalnya, seorang pemilik perusahaan punya masalah yaitu tidak punya waktu untuk mengerjakan hal administratif. Kamu melamar menjadi admin atau sekretaris, maka kamu sudah memecahkan masalah pemilik perusahaan tersebut. Karena itu kamu mendapat upah atau gaji.

Kalau kamu mau mendapat “gaji” yang lebih banyak, pecahkan masalah banyak orang. Contohnya ada di sekeliling kamu: Yang selalu kamu lihat setiap harinya, yaitu handphone, adalah solusi terhadap kecepatan informasi dan komunikasi. Ojek online adalah solusi terhadap transportasi umum privat dan pengantaran barang. Software adalah solusi untuk orang berkarya secara digital. Berapa nilai yang sudah dihasilkan dari solusi-solusi tersebut? Triliunan!

Susah? ya iyalah, kalau gampang semua orang bisa. Tapi tidak mustahil dilakukan. Latihan saja dulu dengan melihat kira-kira apa yang bisa dijadikan solusi atas permasalahan. Cari dulu masalahnya, kemudian kamu akan mengerti solusinya. Sudah ada penemu solusi tersebut? Cari kelemahannya. Googling tentang review solusi tersebut. Jadilah kreatif dan kepo! Selalu ingin tahu dan belajar tentang banyak hal yang bisa menunjang tujuan kamu.

Jadi, sudah siap untuk menjadi magnet uang?

Jangan cengeng, usah malas.

Wake up! It’s time for you to Plan – Organize – Make Money!

Ian Renassa | Financial Coach
Your Accountability Partner

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *